Vitamin C pertama kali dimurnikan oleh Albert Szent Gyorgyi (ahli biokimia Hungaria), yang kemudian diberi nama asam askorbat. Nama tersebut diberikan untuk menunjukkan bahwa senyawa vitamin C bersifat asam dan dapat mencegah atau menyembuhkan skorbut. Kini, vitamin C dikenal sebagai master of nutrient, fungsinya bukan hanya sekedar sebagai obat anti sariawan. Tidak ada peraturan tepat yang dapat menunjukkan berapa kebutuhan vitamin C seseorang pada saat tertentu. Beberapa ilmuan seperti Linus Pauling (ilmuan vitamin C) menganjurkan asupan sekitar 1000-3000 mg. Sedangkan Robert Catchart menyarankan kita menggunakan teknik toleransi perut, yakni dosis vitamin C yang mampu mengatasi masalah kesehatan tanpa menimbulkan diare. Maksudnya: terjadinya diare dijadikan sebagai cut off point atau pembatas dosis tertinggi yang bisa diterima oleh tubuh pada masing-masing individu. Artinya: jika kita mengkonsumsi vitamin C, misal dengan menelan tablet vitamin C 1000 mg, kemudian menimbulkan diare, maka perlu diturunkan menjadi 750 atau 500 mg.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar