Minggu, 03 Januari 2010

Peran Vitamin C

Telah banyak dibuktikan dalam pencegahan penyakit degenerasi jaringan, masalah imunitas, penyembuhan luka, anemia, aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), dan sebagai pengikat radikal bebas. Vitamin C memegang peranan utama dalam pembentukan kolagen interseluler. Kolagen adalah sejenis protein yang merupakan salah satu komponen utama dari jaringan ikat, jaringan tulang rawan, matriks tulang, dentin, lapisan endotelium pembuluh darah, dan sebagainya. Dilihat dari mekanismenya dalam tubuh, vitamin C merupakan koenzim atau askorbat kofaktor pada berbagai reaksi di dalam tubuh. Salah satu peran utamanya yaitu pada proses hidroksi prolin dan hidroksi lisin untuk menjadi hidroksi prolin dan hidroksi lisin. Kedua komponen inilah yang merupakan bahan pembentuk kolagen yang penting. Vitamin C juga penting dalam pembentukan trombosit dan aktivitas dari sel darah putih. Oleh karena itu, vitamin C memegang peranan penting untuk kelangsungan hidup jaringan ikat, jaringan tulang rawan, lapisan endotelium pembuluh darah, dan lain sebagainya. Dengan demikian, vitamin C berperan penting pada proses penyembuhan luka dan adaptasi tubuh terhadap trauma maupun infeksi. Vitamin C juga berhubungan dengan proses respirasi sel dan kerja enzim, yang proses metabolismenya belum sepenuhnya diketahui. Adapun peranan vitamin C adalah 1. Oksidasi fenilalanin menjadi tirosin. 2. Reduksi ion ferri menjadi ferro dalam saluran pencernaan sehingga besi lebih mudah diserap dan menimbulkan zat besi dari transferin dalam darah ke ferritin dalam sumsum tulang, hati, dan limpa. 3. Pengubahan asam folat menjadi asam folinat yang aktif dalam metabolisme. 4. Diperkirakan berperan dalam biosintesa hormon steroid dari kolesterol.

Tidak ada komentar: