Minggu, 14 Desember 2008

Mineral (William's)

Sebagai unsur dari suatu individu, mineral terlihat sederhana jika dibandingkan dengan vitamin kompleks. Tetapi mereka sama-sama memiliki peran yang penting.
(sumber: translate William's Essentials of Nutrition & Diet Therapy)

Mineral yang hanya dibutuhkan tidak lebih dari 100 mg/hari disebut mineral utama.
Jumlahnya sedikit bukan dikarenakan mineral tidak penting, tetapi karena ada yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak di dalam tubuh daripada mineral.
Mineral yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit disebut trace element.
Ada pula beberapa mineral yang hanya dibutuhkan dalam hitungan menit, disebut ultratrace element.
Fungsi Fisiologik:

· Kalsium (Ca): sebagai unsur pembentuk tulang dan gigi, berpartisipasi dalam membran darah, transmisi saraf, tindakan otot, permeabilitas sel membran, aktivasi enzim.

· Fosfor (P): sebagai unsur pembentuk tulang dan gigi, ATP, metabolism intermediet fosforilasi. Berpartisipasi dalam penyerapan glukosa, dan gliserol, pengangkutan asam amino, dan sistem buffer.

· Magnesium (Mg): sebagai unsur pembentuk tulang dan gigi, koenzim dalam metabolisme, tindakan otot halus, dan iritabilitas neuromuscular.

· Sodium (Na): sebagai kation utama pada cairan ekstraseluler, keseimbangan air, dan keseimbangan asam basa. Serta berperan dalam permeabilitas sel membrane, penyerapan glukosa, dan iritabilitas otot normal.

· Potasium (K): sebagai kation utama pada cairan intraseluler, keseimbangan air, dan keseimbangan asam basa. Serta berperan dalam iritabilitas otot normal, pembentukan glikogen, dan sintesis protein.

· Klorin (Cl): sebagai kation utama pada cairan ekstraseluler, keseimbangan air, dan keseimbangan asam basa, pergeseran klorin-bikarbonat, serta pencernaan asam klorida lambung.

· Sulfur (S): sebagai unsure yang esensil pada struktur protein, aktifitas enzim, dan metabolism energi melalui gugus sulfihidril bebas (-SH), serta reaksi detoksifikasi.

b. Masalah yang terjadi akibat kekurangan dan kelebihan mineral utama:

· Kalsium (Ca): Tetani (Penurunan serum Ca), penyakit rakitis, osteomalasia, osteoporosis, hiperparatiroid, dan hipoparatiroid.

· Fosfor (P): berperan dalam pertumbuhan, penyembuhan diabetes asidosis. Terjadinya hipofosfatemia: penyakit tulang, sindrom malabsorpsi, hiperparatiroid primer. Sedangkan hiperfosfatemia: ketidakcukupan renal, tetani, dan hiperparatiroid.

· Magnesium (Mg): menyebabkan kadar serum yang diikuti gangguan gastrointestinal, gemetaran, kejang yang disebabkan defisiensi yang dipengaruhi oleh malnutrisi, dan alkoholik.

· Sodium (Na): mengakibatkan berbagai gangguan gastrointestinal, diare, masalah keseimbangan cairan elektrolit dan asam basa, serta mengganggu aksi otot.

· Potasium (K): mengakibatkan berbagai gangguan gastrointestinal, diare, masalah keseimbangan cairan elektrolit dan asam basa, mengganggu aksi otot khususnya aksi hati, mengganggu katabolisme jaringan, mengganggu terapi diuretik. Pengobatan penyakit asidosis diabetes: mengurangi jumlah potasium serum.

· Klorin (Cl): mengakibatkan berbagai gangguan gastrointestinal, muntah, hipokloremik alkalosis.

· Sulfur (S): menyebabkan sistin renal kalkuli dan kistinuria.

c. Sumber makanan mineral utama:

· Kalsium (Ca): susu, keju, yogurt, sayuran hijau, beras utuh, kacang polong, kacang-kacangan, kacang kedelai, dan jus buah.

· Fosfor (P): susu, keju, daging, kuning telur, sayuran hijau, kacang polong, kacang-kacangan, minuman tanpa alkohol.

· Magnesium (Mg): susu, keju, daging, sayuran hijau, kacang polong, dan kacang-kacangan.

· Sodium (Na): garam, makanan instan, susu, keju, wortel, bayam, umbi manis, seledri.

· Potasium (K): buah-buahan, sayur-sayuran, kacang polong, kacang-kacangan, beras utuh, dan daging.

· Klorin (Cl): garam

· Sulfur (S): daging, telur, susu, keju, kacang polong, dan kacang-kacangan.

(sumber: translate William's Essentials of Nutrition & Diet Therapy)
by: Husna Muslimin

Tidak ada komentar: