Senin, 15 Desember 2008

Pemulihan dari Stres

Cadangan zat gizi tubuh perlu dibentuk kembali, terutama karbohidrat, protein, kalsium, kalium, vitamin C, vitamin B kompleks, besi, seng, dan magnesium sewaktu pulih dari stres. Selain itu, perlu mengkonsumsi kalori dalam jumlah yang cukup. Serta jika terjadi penurunan berat badan, maka perlu mengkonsumsi lebih banyak kalori. Bila memungkinkan, beraktivitas fisik untuk membantu mengembalikan zat-zat gizi ke dalam jaringan. Bahkan berjalan-jalan singkat cukup berguna. Bila serat meningkat akibat terlalu banyak makan, secara bertahap jalankan diet hingga tercapai pola normal.

Seberapa Besar Stres yang Ditimbulkan oleh Diet Anda?
Gunakan petunjuk pilihan makanan anti-stres yang sehat dan pola makan di bawah ini untuk menilai diet anda.
  1. Waktu makan yang santai dan relaks.
  2. Makan pagi setiap hari.
  3. Makan protein rendah lemak 2 atau 3 kali sehari (ikan, ayam, daging tanpa lemak, buncis, dan kacang polong kering).
  4. Separuh protein berasal dari sumber hewani dan sebagian lagi dari tumbuhan untuk menghindari kelebihan lemak (buncis goreng dengan telur, sup kacang polong dengan roti biskuit, dll).
  5. Perjarang konsumsi daging tinggi lemak (bacon, sausage, luncheon meat, ayam atau ikan goreng, steak dan daging sapi berlemak, corned beef, ham, dll).
  6. Minimal 6 kali mengkonsumsi roti, gandum, pasta atau biji-bijian setiap hari dan lebih banyak lagi bila kalorinya mengizinkan.
  7. Sekurang-kurangnya 50% roti, biji-bijian dan gandum adalah yang berasal dari biji-bijian murni.
  8. 2 - 4 kali mengkonsumsi produk susu rendah lemak setiap hari (susu, yogurt, buttermilk, keju rendah lemak dan low-fat cottage cheese) atau kalsium dalam jumlah ekuivalen dari sayuran hijau, dan sumber-sumber lainnya dan atau suplemen kalsium.
  9. Buah-buahan dan sayuran sekurang-kurangnya empat kali sehari. Buah-buahan dan sayuran yang dihidangkan adalah dalam keadaan segar atau yang telah dibekukan daripada yang dikemas dalam kaleng.
  10. Sayuran kaya asam folat sekali sehari, misal: bayam dan brokoli.
  11. Buah-buahan atau sayuran kaya vitamin C sekali atau 2 kali sehari, misal: jeruk, anggur, brokoli serta sayuran dan buah-buahan lainnya.
  12. Buah-buahan atau sayuran tinggi beta-karoten (tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan vitamin A) sekali sehari, seperti: sayuran hijau dan jingga (wortel, bayam, brokoli, aspargus).
  13. Makanan yang banyak mengandung zat besi (daging, legumes, grains, sayuran) dikonsumsi dengan makanan kaya vitamin C untuk membantu penyerapan besi.
  14. Sesendok minyak sayur tak jenuh (digunakan pada salad, masakan, dll) atau 1/4 cangkir kelapa.
  15. Intake lemak total tidak lebih dari 30% total kalori dan tidak kurang dari 10% (1 sendok teh lemak = 5 gram = 45 kalori).
  16. Intake lemak rendah: mentega, margarin, krim, dll.
  17. Intake garam dan natrium rendah.
  18. Perjarang konsumsi makanan yang telah diproses atau fast food.
  19. Intake gula rendah (gula pasir, madu, dll). Tidak lebih dari 10% total kalori (1 sendok makan gula = 5 gram = 20 kalori).
  20. Intake kafein rendah hingga sedang (jangan melebihi dua cangkir sehari).
  21. Intake cairan (bebas kafein dan alkohol) sekurang-kurangnya 6 - 8 gelas sehari.
  22. Perjarang makanan yang telah diproses mengandung zat warna buatan dan rasa, natrium nitrit dan natrium nitrat, garam, zat tambahan yang mengandung natrium, gula dan minyak sayur hidrogenasi.
  23. Konsumsi kalori yang cukup: Bila ingin menurunkan berat badan, intake jangan di bawah 1.200 kalori untuk wanita dan 1.500 kalori untuk pria.
  24. Nikmati makanan. Jangan khawatir terhadap intake kalori.
Diet Anti-Stres mengandung makanan segar dan murni yang belum diproses. Makanlah karbohidrat kompleks yang tidak murni, makanlah berbagai makanan dari berbagai golongan dan nikmati makanan anda. Dengan melakukan ini, intake zat gizi anda akan meningkat dan mengurangi kebanyakan salah satu zat gizi atau toksin dalam makanan tertentu.
(sumber: Judith Swarth, MS, RD. Stres dan Nutrisi)
by: Husna Muslimin

Tidak ada komentar: