Pertahanan yang terbaik untuk stres adalah tubuh yang sehat dengan jaringan yang mengandung zat gizi secara optimal.
Intake makanan yang kaya vitamin C seperi jeruk, sayuran hijau, brokoli atau kol dalam diet sehari-hari. Makanan kaya vitamin A (sayuran hijau dan jingga) dan asam folat (sayuran hijau dan air jeruk) juga harus disertakan dalam diet sehari-hari. Hindari makanan yang telah terpotong atau terpapar dengan udara dan cahaya serta konsumsilah dalam satu atau dua hari untuk meminimalkan hilangnya zat-zat gizi. Kombinasikan makanan kaya vitamin C dengan makanan kaya zat besi pada masakan yang sama untuk memaksimalkan penyerapan zat besi.
Cara yang baik untuk mendapatkan intake tinggi zat gizi adalah memilih keseluruhan makanan yang belum diproses seperti gandum, buncis, dan kacang polong lemak. Semua biji-bijian mengandung asam folat, serat, vitamin B6, vitamin E, magnesium (Mg), kromium, dan seng (Zn).
Sumber zat besi:
Kurangi makanan yang mengandung gula, lemak, kafein, dan natrium dengan jumlah yang tinggi sehingga dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit jantung, kanker, hipertensi, dan penyakit lain yang berkaitan dengan stres. Makanan yang lezat seringkali banyak mengandung gula, lemak, dan natrium untuk itu harus dimakan seminimal mungkin.
Konsumsilah ikan, ayam, daging yang tak mengandung lemak, keju, susu skim sebagai sumber protein daripada daging berlemak dan keju. Luncheon meats dan lemak babi kaya akan lemak dan natrium serta dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker oleh karena natrium nitrat dan nitrit yang digunakan untuk mewarnai makanan. Susu tanpa atau rendah lemak dan produk susu menyediakan kalsium dan zat gizi lainnya tanpa lemak ditemukan pada komponen lainnya. minum banyak air untuk menyediakan cairan bagi sel dan membantu ginjal mengeluarkan produk sisa.
Intake makanan yang kaya vitamin C seperi jeruk, sayuran hijau, brokoli atau kol dalam diet sehari-hari. Makanan kaya vitamin A (sayuran hijau dan jingga) dan asam folat (sayuran hijau dan air jeruk) juga harus disertakan dalam diet sehari-hari. Hindari makanan yang telah terpotong atau terpapar dengan udara dan cahaya serta konsumsilah dalam satu atau dua hari untuk meminimalkan hilangnya zat-zat gizi. Kombinasikan makanan kaya vitamin C dengan makanan kaya zat besi pada masakan yang sama untuk memaksimalkan penyerapan zat besi.
Cara yang baik untuk mendapatkan intake tinggi zat gizi adalah memilih keseluruhan makanan yang belum diproses seperti gandum, buncis, dan kacang polong lemak. Semua biji-bijian mengandung asam folat, serat, vitamin B6, vitamin E, magnesium (Mg), kromium, dan seng (Zn).
Sumber zat besi:
- buncis
- kacang polong kering
- sayuran hijau
- daging
- seafood
- buncis
- kacang polong kering
- gandum
- biji-bijian dan gandum
- daging
- daging
- ayam
- ikan
- buncis
- kacang polong kering
Kurangi makanan yang mengandung gula, lemak, kafein, dan natrium dengan jumlah yang tinggi sehingga dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit jantung, kanker, hipertensi, dan penyakit lain yang berkaitan dengan stres. Makanan yang lezat seringkali banyak mengandung gula, lemak, dan natrium untuk itu harus dimakan seminimal mungkin.
Konsumsilah ikan, ayam, daging yang tak mengandung lemak, keju, susu skim sebagai sumber protein daripada daging berlemak dan keju. Luncheon meats dan lemak babi kaya akan lemak dan natrium serta dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker oleh karena natrium nitrat dan nitrit yang digunakan untuk mewarnai makanan. Susu tanpa atau rendah lemak dan produk susu menyediakan kalsium dan zat gizi lainnya tanpa lemak ditemukan pada komponen lainnya. minum banyak air untuk menyediakan cairan bagi sel dan membantu ginjal mengeluarkan produk sisa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar